8 Fakta Kemerdekaan Indonesia Yang Jarang Diperbincangkan

106
Fakta Kemerdekaan Indoesia
Ilustrasi Wikiwindu / Jii Libranto

Wikiwindu – 17 Agustus 1945 merupakan tanggal yang paling bersejarah bagi rakyat Indonesia. Kemerdekaan Indonesia resmi diproklamirkan dari Pegangsaan Timur 56.

Indonesia Merdeka merupakan hasil jerih payah rakyat dan para pejuang yang rela berkorban demi kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan.

Hari kemerdekaan Republik Indonesia diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Upacara penaikan Bendera Merah Putih dilakukan serentak oleh rakyat Indonesia.

Jarang diperbincangkan, berikut ini 8 fakta Kemerdekaan Indonesia yang mungkin belum kamu ketahui.
8
Photo Soekarno membacakan Naskah Proklamasi by Wikipedia

Soekarno sedang terserang malaria saat upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Banyak yang mungkin belum tahu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan pada hari ke-8 di bulan Ramadhan. Soekarno sahur beberapa jam sebelum mengikuti upacara.

Soekarno tidak berpuasa dikarenakan terserang malaria. Setelah Upacara Proklamasi, Presiden pertama Indonesia ini masuk kedalam rumah menuju kamar tidurnya.

7
Photo Rumah Laksamana Maeda by Kompas

Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibuat di rumah Laksamana Tadashi Maeda

Naskah Proklamasi mungkin tidak diketik jika Mishima yang merupakan anak buah Laksamana Maeda tidak meminjam mesin ketik Kantor perwakilan Angkatan Laut Jerman.

Perumusan dan pengetikan naskah Proklamasi Kemerdekaan memang dilakukan di rumah Laksamana Jepang Tadashi Maeda.

Tadashi Maeda memang memiliki simpati besar terhadap gerakan Kemerdekaan Indonesia saat ia ditugaskan di Belanda.

Sebelum diutus sebagai kepala Kantor Angkatan Laut dan Angkatan Darat Jepang di Indonesia tahun 1942, Maeda memang dekat dengan pelajar dan mahasiswa Indonesia di Belanda.

Baca Ini Juga:
  8 Negara Dengan Wanita Tercantik Di Dunia
6
Photo Pegangsaan Timur 56 by Serba Sejarah

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan sangat sederhana di Pegangsaan Timur 56

Soekarno menyampaikan pidato singkat sebelum membacakan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Upacara berlangsung dengan sangat sederhana. Bendera yang dikibarkan merupakan hasil jahitan Fatmawati sedangkan tiangnya adalah bambu yang diambil di belakan Pegangsaan Timur 56.

Panitia upacara adalah Suwirjo dan Dokter Muwardi, sedangkan penggerek bendera adalah Latief Hendraningrat.

Uniknya, mikrofon yang dipakai sebagai pengeras suara merupakan hasil curian dari stasiun radio milik Jepang.

5
Photo Pengibaran Bendera Merah Putih by Wikipedia

Dokumentasi upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hampir tidak ada dan bahkan ingin direbut tentara Jepang

 

Penggerek bendera pada saat itu Latief Hendraningrat lupa menjalankan tugas untuk menghubungi Soetarto dari Nippon Eiga Sha.

Untungnya, pada saat itu hadir dua bersaudara Mendur yaitu Alex dan Frans Mendur yang merupakan fotografer profesional di harian Asia Raya dan kantor berita Domei.

Dokumentasi foto pun cuma ada 3, yaitu saat Soekarno membacakan Naskah Proklamasi, prosesi pengibaran bendera dan orang-orang yang hadir pada saat upacara berlangsung.

Negatif film dokumentasi tersebut hampir saja jatuh ketangan Jepang jika saja Frans Mendur tidak menyembunyikannya di sebuah pohon di tempatnya bekerja di harian Asia Raya.

4
Photo Draft Naskah Proklamasi via Zenroom

Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diketik oleh Sayuti Melik dan tulisan tangan Soekarno ditemukan di Tong Sampah

Konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan ditulis Soekarno di secarik kertas. Isi tulisan didikte oleh Hatta dan Ahmad Soebardjo.

Baca Ini Juga:
  8 Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia

Setelah melalui perundingan sederhana, akhirnya diputuskan naskah tersebut diketik. Sayuti Melik lah yang mengetik Naskah Proklamasi.

Naskah tersebut diketik di area dekat dapur rumah Laksamana Maeda. Berbagai sumber menyebutkan bahwa setelah selesai diketik, konsep naskah dibuang ke tong sampah.

BM Diah yang merupakan seorang wartawan menemukannya di tong sampah. Pada 29 Mei 1992 BM Diah menyerahkan draft naskah tulisan tangan Soekarno kepada negara.

3
Photo Soekarno berbicara di sidang keanggotaan PBB via Berbagai Sumber

Rekaman suara Soekarno saat membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak direkam pada tahun 1945

Dokumentasi Upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia hanya berupa foto yang diabadikan oleh Mendur bersaudara dan tidak ada video maupun rekaman suara.

Rekaman suara Soekarno yang membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memang suara asli Soekarno.

Tetapi suara tersebut direkam pada tahun 1951 di Radio Republik Indonesia (RRI).

2
Photo Lapangan Ikada tempo dulu via Dhanie Atha

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia awalnya akan digelar di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta

Pada awalnya, perwakilan pemuda mengusulkan agar Upacara Proklamasi digelar di Lapangan Ikada.

Soekarno menolak dengan alasan Upacara Proklamasi yang dilakukan di ruang umum terbuka bisa menimbulkan kesalahpahaman dan untuk menghindari bentrok antara warga dan tentara Jepang.

Soekarno mengusulkan agar Upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar dikediaman pribadinya di Pegangsaan Timur 56.

Baca Ini Juga:
  Sempat Berganti Nama, Inilah 8 Nama Perusahaan Raksasa Sebelum Terkenal
1
Photo Militer Jepang tempo dulu via Bombastis

Tentara Jepang sempat datang ke Pegangsaan Timur 56 untuk melarang Soekarno memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia

Ada beberapa versi yang muncul terkait datangnya beberapa tentara Jepang pada saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan.

Beberapa sumber menyebutkan kalau tentara Jepang yang datang ada 3 orang dan beberapa sumber lain menyebutkan kalau yang datang ada 5 orang.

Saat tentara Jepang datang, mereka datang untuk melarang Soekarno untuk meproklamirkan Kemerdekaan Indonesia.

Tetapi Upacara Proklamasi Kemerdekaan sudah selesai digelar. Barisan pelopor mengepung beberapa tentara Jepang sambil memegang bambu runcing.

Tentara Jepang tersebut mundur dan pergi dari Pegangsaan Timur 56 dan sejak saat itu Soekarno memerintahkan agar rumah tersebut dijaga beserta Bendera Merah Putih yang sudah berkibar.